ACC di Mata Saya

Anda punya kesan-pesan pribadi mengenai Agung/Cil/Cay? Tinggalkan di sini!

Responses

  1. selama kuliah di itb, udh santer lah nama besar AGW.. ikut berbangga juga krn bs sealmamater sma dgn beliau.
    dr segi leadership, gw ga ragu lah.. secara sepak terjangnya nyata bgt! dan bukankah leadership yg kuat itu yg dibutuhkan oleh setiap organisasi mana pun?
    program2 apa pun yg ditawarkan, as long as ada sosok yg bs mengumpulkan dan kemudian memberdayakan resources (anggota) yg ada, baru lah program tsb bisa jalan..
    namanya jg ketua, tugasnya ya “memanajeri” orang2 yg ada.. klo soal materi dll, udh ada porsinya bkn?
    klo aku punya program jalan2 bareng misalnya, trus ada yg punya program belajar bareng, tugasnya ketua itu lah utk ngatur kapan jalan bareng & kapan belajar bareng..
    bukan berarti kegiatannya yg ditonjolin cuma jalan2 mulu, atwcuma belajar melulu kan??

    haduh,, ngelantur bgt si..
    anyway.. AGW is the best lah!!

  2. AGW…udah katam pendidikannya…pengalaman organisasi jg lengkap dari SMU ampe skr..pengalaman kerja jg…saatnya untuk memberikan sumbangsih buat IKASTARA dan INDONESIA

    temen diskusi yang asyik…menerima g apa adanya…thanks for being one of my best friend..

    tell me what can I do for you..that’s what a friend for!

  3. -greeting-

    gue ngga terlalu kenal AGW sebenernya, selain 3 taon di TN dan skitar 4-4,5 tahun di ITB. terus sampe 2008 ini ya total sekitaran cuma 16 taon lah. ngga kenal2 banget. jadi yang gue tau ya cuma sedikit🙂

    di TN pengalaman organisasinya dari OSIS, PK udah mumpuni lah. dapet penghargaan salah satu lulusan terbaik juga sepertinya bukan tanpa sebab.

    di ITB, CV-nya juga top. dari mulai ketua angkatan TI ’95, ketua himpunan MTI, sampai jadi ketua forum ketua himpunan (detil ada di profil ya?). buat yang tidak aktif bersama saja gaungnya begitu terdengar, apalagi yang involved langsung?

    yang menonjol dari AGW, menurut saya, adalah determinasinya. once objectives set, he will hunt them down ’till they drop. (bener ga sih bahasa gue?)

    semakin bertambah umur juga pastinya bertambah dewasa. selain determinasi, sinyal untuk bisa jadi leader yang akomodatif terhadap kebutuhan organisasi dan anak buah juga terlihat kuat.

    semakin bertambah umur, stamina AGW juga tentunya tidak sebaik “jaman muda” dulu🙂 kolaborasi dengan “darah muda, darahnya para remaja” menjelaskan bagaimana ide-ide segar akan menjadi faktor yang krusial di tim AGW.

    pada akhirnya, ketulusan akan menentukan bagaimana Ikastara akan memilih pemimpinnya. dan ketulusan juga yang membawa tim ACC untuk menjadi yang pemimpin yang paling sesuai untuk Ikastara.

    forever Ikastara!

    -wasalam-

  4. Kalo menurut Aku sih..Hmmm
    Ketiga Calon semua hampir SAMA..
    Program relatif sama
    Visi sama
    Pengalaman sama
    Janji? Sama kali yah..
    Sma? Jelas sama dunx!!!
    taktik kampanye..sama
    tapi…
    AGW kayanya punya yang laen..
    Dia InsyaALLOH Amanah…
    Aku dapat melihat dari matanya..
    Yup!!!
    mata itu yang mampu menjawab janjinya.
    melaksanakan programnya
    tidak mengecewakan alumni lainnya
    Tentunya..yg paling penting..
    melaksanakan Amanahnya..

    Come On Bruther!!
    Maju Terus………..

  5. Saya juga tidak terlalu mengenal AGW. Baru 13 tahun dari 30 tahun usia saya, kurang dari setengahnya;)

    Keputusan untuk majunya beliau sebagai kandidat ketua Ikastara, bagi orang2 awam pasti mengherankan. Kok mau2nya ya jadi ketua ikatan alumni. Ada yang bilang, duh kayaknya nggak ada untungnya,deh, udah pasti tekor. Udah gak dibayar malah kudu nombok macem2 deh pasti. Yah, begitulah Agung. Dia enggak mau ambil jalan yang asal enak. Dia rela berkorban untuk idealismenya. Salah satu contohnya: Dulu dia udah kerja enak bergaji gede di sebuah konsultan dan kayaknya bisa dengan cepat menimbun kekayaan, eh malah memilih balik jadi student berbeasiswa pas-pasan di negara mahal. Demi cita-citanya semua dia jalani.

    Soal leadership tidak ada yang meragukan (terutama yang pernah berinteraksi langsung dengan dia, kalau ada yang meragukan mungkin tim sukses kandidat lain hihihi). Modal lain dia yang amat kuat untuk memimpin Ikastara dengan baik: networking dan team work. No doubt about it!

  6. Semuanya bermula dari pertemuan di penghujung 1998/awal 1999, ketika saya baru menapak ke Singapura dan AGW sedang transit di negara yang sama untuk ke Eropa. Di saat Ikastara65 baru berusia satu tahunan dan mengadakan kumpul-kumpul, di situlah kami berkenalan.

    Setengah dekade kemudian, kami tertakdir untuk bertemu lagi. Kali ini karena bersebelahan kantor, ketika saya baru memulai karir di bidang komunikasi dan AGW sedang melakukan penelitian untuk PhD-nya.

    Di situ, di sela-sela makan siang bersama, saya mulai mengenal AGW dengan dekat. Beberapa kali kami berdiskusi, dari yang serius seperti pembentukan organisasi mahasiswa Indonesia di Singapura dan politik Indonesia, sampai yang rileks dan penuh nostalgia tentang TN. Di masa-masa itulah saya belajar tentang kelugasan beliau dalam berorganisasi, kompetensi beliau dalam kepemimpinan, dan pengetahuan serta konektivitas beliau yang begitu luas, namun tetap bersahaja dan membumi.

    Akibatnya, benar-benar saya bisa meresapi pesan Pak Karim Usman yang tersampaikan ke saya melalui AGW beberapa pekan yang lalu: “Menjadi yang terbaik itu konsekuensinya seumur hidup.” Dari setiap ucapan dan tindakannya yang membentuk jalan hidupnya, tidak ada keraguan bagi saya bahwa AGW selalu berusaha berbuat yang terbaik seumur hidupnya.

    Dan di kemudian hari, tidak ada keraguan bagi saya dalam menerima ajakan AGW untuk berbuat yang terbaik bagi Ikastara.

  7. Saya kenal Agung sejak jaman SMA, masa2 perjuangan di FKHJ (Forum Ketua Himpunan Jurusan) ITB, dan ketika beliau di Singapore menyelesaikan S3 nya, ini kesan-kesan saya tentang Agung dari waktu ke waktu:

    SMA: Agung terkesan orang yg penuh idealisme, pintar, dan kadang emosional.

    FKHJ ITB: masih penuh idealisme, masih pintar, dan tidak lagi emosional.

    di Singapore: masih penuh idealisme, lebih humble, dan matang.

    Ada satu moment yg tidak akan saya lupakan tentang Agung ini, yaitu ketika putri beliau sakit dan akhirnya di panggil yg kuasa. http://agadia.blogspot.com/ (maaf Gung bukan bermaksud meng-ingatkan yg sedih-sedih). Saya juga punya putri yg seumuran, jadi bisa sedikit banyak merasakan betapa pedihnya, air mata saya menitik kalo ingat masa2 menjenguk Agadia di rumah sakit. Tapi beliau tidak kehilangan arah dan tidak kehilangan pegangan, tetap menyelesaikan desertasinya, sambil membidani kelahiran Ikatan alumni ITB cabang Singapore. Saya tidak tau cobaan apa lagi yg bisa lebih berat dari itu.

    Agung juga bukan orang yg selalu “menang”, di SMA beliau tidak dapat bintang yg pertama, di masa akhir FKHJ ITB, beliau juga kalah di pemilu ketua senat. (padahal kemahasiswaan ITB terbagi-bagi di FKHJ, kalo saja Agung yg menang mungkin cerita senat mahasiswa ITB bakal lain). Saya tidak ada kekuatiran akan ketidak siapan Agung, saya percaya beliau siap menang dan siap kalah.

    Kelebihan Agung yg diperlukan ikastara saat ini:

    – Agung itu salah satu motivator terbaik yg saya kenal. akan banyak alumni lintas angkatan dan lintas negara yg tertarik dengan ikastara. saya aja sampe sempet-sempetin posting.

    – Berpengalaman memimpin berbagai macam orang di berbagai macam organisasi.

    – Berpengalaman dalam membuka “lahan” baru. Saya menyaksikan sendiri gimana beliau mengumpulkan alumni ITB di Singapore, menjalin hubungan dengan kedubes, membuat angkatan2 tua/muda ITB di Singapore pada ikut turun mendukung, sampe2 pemilu/debat-calon IA ITB bisa diadakan di cabang sini.

    – Network Agung di luar ikastara sangat luas. ini bisa membuka banyak pintu untuk ikastara, dan ini akan sangat effective kalo beliau menjadi ketuanya.

    – Sekarang Agung lagi jadi peneliti/dosen setelah menyelesaikan S3nya, banyak waktu deh.

    – Agung bukan orang yg akan patah arang hanya karena rintangan-rintangan. Ikastara itu punya potensi besar, tapi skarang ini belum “besar”, perlu orang yg tidak gampang menyerah untuk membesarkannya.

    Saya posting ini bukan karena saya TN3 atau karena saya teman Agung. karena kalo yg maju temen saya yg lain dan juga TN3 belum tentu saya bakal cape2 posting.

  8. Saya mengenal bang Agung dan Bang Acay cukup dekat. Mereka berdua adalah teman makan siang dulu sewaktu saya terdampar di Science Park. Selaen itu, siapa sih pemuda di Singapura yang ga kenal sama Acay, hahaha….

    Anyway, ada satu hal yang bener2 pernah saya kagumi dari bang Agung Wicaksono.

    Waktu itu kita lagi ada luch terakhir antara anak2 NTU sama Bang Agung-Acay yang diikuti sekitar 8 orang alumni TN. Bang Agung sendiri waktu itu nraktir kita semua. Habis makan, kita langsung cabut buat Shalat Jum’at karena emang waktu itu hari Jum’at. Dari Kantin sampe ke Mesjid itu emang jaraknya cuma sekitar 1 kilo, tapi yang dilewatin bus sendiri cuman sekitar 500 meter. Jadi jalannya sendiri at least setengah kilo lah.

    Kita Jum’atan bareng, dan pulangnya kita rencana mo misah. Kantor kita menuju arah kantin sementara bang Agung agak menjauh. Tiba2 dia nyamperin buat bareng kita.

    AGW: Wah, aku kelupaan bayar 40 sen ke stall minuman”

    Bhro: Bayar kapan2 aja bang, lagian kan juga besok juga sering dikantin, lagian…. 40 sen gitu lho….

    AGW: 40 sen ato 40 milyar itu sama. Kalo kamu utang, segera dibayar…..

    dan akhirnya bang AGW pun jalan lagi kekantin yang berarti beliau musti bolak-balik jalan sekitar 1.5 kilo hanya demi 40 sen.

    Anyway….
    Semoga sukses!!!

    Reza Ditya Bramahendra
    Ikastara65 10th Comittee
    The President

  9. mungkin olahraga sekalian….
    biar langsing!!

  10. selamat n sukses bro


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: