Preambule

Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara (Ikastara) yang merupakan wadah bagi para alumni sebuah sekolah yang didirikan dengan cita-cita untuk masa depan bangsa dan negara. Setelah 15 tahun (lebih dari 1 dasawarsa, dan menuju ’20 tahun lagi’ yang menjadi ‘milestone’ amanat bagi alumni) meninggalkan kampus, sesungguhnya telah banyak yang mampu dihasilkan alumni baik secara individual dengan karyanya masing-masing, kolektif dalam satu lingkup profesi, maupun secara institusional lewat Ikastara.

Menjadi imperatif untuk mendefinisikan peran yang bisa dilakukan alumni, baik dalam mencapai cita-cita besar untuk bangsa, menyumbangkan darmabakti bagi kampus yang luar biasa berjasa, maupun yang tak kalah penting adalah menjalin jejaring alumni baik secara profesional dan sosial demi kemajuan karir dan keakraban silaturahmi antar anggota Ikastara.

1. Konsisten – Komitmen – Kompeten

Dalam mewujudkan cita-cita di atas, Agung Wicaksono (AGW) bertekad untuk mengandalkan dan mendarma-baktikan dirinya dengan berlandaskan pada 3 jatidiri yang harus dimiliki seorang pemimpin:

Konsistensi:
Konsistensi merupakan hal mutlak dibutuhkan sebagai karakter seorang pemimpin, termasuk di dalam Ikastara. Dalam perjalanan Ikastara, tentu banyak godaan dan cobaan yang dihadapi oleh pengurus yang memimpinnya. Untuk itu dibutuhkan pemimpin yang konsisten pada tujuan Ikastara dalam memenuhi cita-cita SMATN untuk masa depan bangsa dan negara, bukan sekelompok individu ataupun golongan.

Insya Allah AGW akan berjuang untuk mempertahankan konsistensinya dalam setiap langkah yang ditempuhnya sebagai alumni SMATN, baik sejak studi di ITB dan luar negeri, maupun mendarmabaktikan diri dalam berbagai kepengurusan organisasi dan kegiatan profesi.

Komitmen:
Tanpa komitmen, seindah apapun tujuan tak akan tercapai dan sehebat apapun program kerja tak akan terlaksana. Komitmen ini juga sangat penting karena kesibukan para alumni dalam kehidupan profesional sehari-hari mungkin menempatkan Ikastara pada prioritas yang belum utama. Namun, dengan komitmen dari alumni dengan dimotori para pengurus dan terutama, pemimpinnya, maka sesibuk apapun kita, tetap akan ada kontribusi nyata bagi Ikastara.

Sehari memang hanya 24 jam, seminggu hanya 7 hari. Namun dengan komitmen bagi bangsa dan Ikastara, insya Allah selalu ada waktu untuk Ikastara sesibuk apapun AGW.

Kompetensi:
Sangat mudah dipahami bahwa kompetensi adalah hal yang signifikan dalam mengelola sebuah organisasi, baik itu sebuah organisasi mahasiswa, keprofesian, alumni, maupun sosial kemasyarakatan. Untuk itu, insya Allah AGW akan mendayagunakan pengalamannya dalam memimpin organisasi kemahasiswaan di ITB, sekaligus menginisiasi organisasi alumni ITB maupun keprofesian di luar negeri (Singapura dan Jerman), ditambah dengan pengetahuan dan kemampuan dalam bidang manajemen.

2. Kampus yang Tercinta – Karir dan Kekeluargaan antar Alumni – Karya bagi Bangsa dan Dunia

Dengan dilandasi Konsistensi-Komitmen-Kompetensi di atas, maka kepengurusan Ikastara 2008-2011 dalam 3 tahun ke depan akan berfokus pada 3 domain kerja sebagai berikut, yang mencakup 3 stakeholders utama Ikastara: Almamater (Kampus beserta jajaran pengurus LPTTN), Alumni (Karir & Keakraban serta Komunitas Alumni), dan Indonesia (Karya bagi Bangsa dan Dunia)

Ikastara untuk Almamater: Kontribusi Sebagai Balas Budi
Sudah menjadi sebuah kewajiban moral bagi alumni untuk memberikan kontribusi kembali bagi SMA Taruna Nusantara. Untuk itu program kerja Ikastara yang signifikan adalah dalam konteks hubungannya dengan SMATN, dalam bentuk melayani (servicing) SMATN, sebagaimana SMATN telah melayani alumni selama 3 tahun.

Dalam konteks ini, program-program yang telah ada dalam bentuk:

  • Studium Generale Pilihan Program Studi dan Karir
  • Pengumpulan Beasiswa oleh Alumni untuk Siswa
  • Menjembatani SMATN dengan Dunia Luar (menyambut kunjungan
    pamong & pengurus memberikan feedback yang konsisten kepada SMATN
    tentang peran alumni dan tantangannya di masyarakat, dll)

  • Yang akan menjadi sangat penting adalah bagaimana meningkatkan peran alumni di dalam mencari sumber pendanaan bagi sekolah, terutama agar sebisa mungkin siswa yang berasal dari kalangan kurang mampu bisa turut mengenyam pendidikan berkualitas. Untuk itu, pemberdayaan potensi Corporate Social Responsibility (CSR) dan Citizen Philantropic Investment (CPI) yang dimiliki berbagai perusahaan dan high-networth individuals adalah sebuah peluang untuk dimanfaatkan oleh SMATN, dan Ikastara bisa berperan menjembatani antara peluang pendanaan ini dengan SMATN. Tanpa janji apa pun, namun kita bisa bekerja dan berupaya untuk memberikan kontribusi bagi kampus tercinta ini.

    Ikastara Untuk Alumni: Membangun Jaringan Profesi dan Komunitas Keluarga Alumni
    Sebuah fakta yang logis bahwa sebagian besar perhatian dan waktu alumni saat ini terfokus pada 2 hal: meniti karir dan membangun keluarganya. Adalah sebuah keniscayaan bahwa Ikastara harus turut serta menemani alumni dalam kedua perjuangannya ini.

    Pengembangan karir alumni bisa didukung oleh Ikastara dengan menguatkan jaringan sesama alumni, terutama yang berada pada lingkup profesi tertentu.

  • Pembentukan kompartemen profesi di dalam Ikastara untuk melengkapi database, menghubungkan satu sama lain dan mendukung jaringan karir alumni seprofesi
  • Penyelenggaraan diskusi profesi dalam lingkup industri tertentu sebagai wahana networking dan experience sharing antar-alumni untuk saling mendukung karir satu sama lain
  • Program coaching dan mentoring baik oleh alumni senior, maupun tokoh bisnis/politik/sosial non-alumni, untuk mengangkat karir alumni

  • Ikatan kekeluargaan antar alumni dan keluarganya dapat dipererat dan dihangatkan dengan penyelenggaraan acara-acara keluarga yang lebih rutin dan bermakna bagi lebih banyak alumni dan keluarganya. Selain acara TN Family Gathering yang pernah diadakan secara terpusat, peran Ikastara cabang akan sangat besar dalam hal ini mengingat faktor lokasi domisili alumni akan menjadi pengikat. Dalam hal ini, Ikastara Pusat berperan memfasilitasi dan menginisiasi kegiatan kekeluargaan di Ikastara cabang.

    Ikastara bagi Indonesia: Karya bagi Masyarakat, Bangsa, Negara dan Dunia – Think Big, Start Small, Act Now

    Pada akhirnya, harus diingat dan diresapi bahwa harapan masyarakat akan karya alumni bagi bangsa dan bahkan dunia adalah sesuatu yang tidak bisa ditolak. Banyak yang mungkin berkata, bahwa dengan bekerja sebaik-baiknya di bidang masing-masing maka kontribusi berupa karya terbaik itu akan lahir dengan sendirinya. Banyak juga yang berkata bahwa walaupun kita bercita-cita demi bangsa, namun karya nyata kita hasilkan dalam lingkup tempat kerja masing-masing.

    Namun demikian, saya yakin bahwa Ikastara bisa berperan lebih besar dalam menyumbangkan karya nyata alumni di masyarakat, dalam bentuk sumbangan pemikiran, penyelenggaraan acara, atau bahkan pengembangan kapasitas alumni untuk berperan dalam kancah bangsa.

    Think Big, Start Small, Act Now direalisasikan dalam bentuk:

  • Pembentukan Lembaga Kajian Ikastara untuk Indonesia, yang berperan sebagai think-tank untuk mengumpulkan potensi pemikiran dan karya alumni di berbagai bidang untuk disampaikan kepada pengambil keputusan dan masyarakat luas
  • Penyebarluasan hasil karya alumni kepada masyarakat, baik lewat media tatap muka fisik (Seminar, Simposium, Diskusi), maupun media maya lewat internet; baik dalam bentuk hasil kajian tertulis, maupun proyek yang direalisasikan secara nyata dalam bentuk kegiatan
  • Pengembangan potensi alumni dalam menjalankan tugasnya di bidang masing-masing, dengan cara memperkaya diri mereka dengan jaringan dan substansi yang dibutuhkan untuk berkembang

  • 3. Ajakan, Harapan dan Perubahan

    Izinkanlah saya menutup sekelumit pemikiran dan rencana saya untuk Ikastara 2008-2011 ini dengan sebuah ajakan: AJAKAN bagi SEMUA ALUMNI, tak terikat angkatan, profesi, golongan dan kepentingan, untuk bekerja bersama untuk Ikastara, bangsa Indonesia dan tentunya diri pribadi kita masing-masing juga. Kerjasama ini akan memberikan sebuah HARAPAN akan MASA DEPAN kita semua dengan Ikastara sebagai sebuah wadah yang akan selalu menaungi kita. Program-program sebelumnya yang belum/telah berjalan maksimal seperti koperasi Ikastara, yayasan beasiswa, dll akan kita jadikan harapan bersama untuk dihidupkan dalam masa kepengurusan ini.

    Kesemuanya itu, adalah sebuah dorongan untuk PERUBAHAN bagi KEPEMIMPINAN Ikastara. Ikastara yang lebih bermakna bagi anggotanya; yang digerakkan oleh pemikiran baru dan kepemimpinan berbeda; dengan suntikan darah dan ide segar; bagi alumni, kampus tercinta, masyarakat, bangsa, negara dan dunia.

    Semoga Tuhan Memberkati Sumpah dan Janjiku,

    Agung Wicaksono
    92.0704
    Calon Ketua PP Ikastara 2008-2011

    Responses

    1. Background biru kayaknya lebih asik Vid.

      Kalau butuh, gue banyak koleksi foto-foto old skool, bisa gue scan buat di upload.

    2. waktu g tinggal makan siang tadi ga kaya gini..belum ada fotonya…sore gue liat udah berubah…he3. mujizat! Tuhan tau g ga ngerti blogging…

      bantuin ya…ntar g email passwordnya.thanks.
      kalo bisa upload foto pak karim (boleh ga ya tapinya, kan udah meninggal..)

    3. halo danil, foto foto yang oldschool yang dulu di upload di web ikastara yah .. kasih link linknya deh …. :p

      ini theme kalau biru bukannya terkesan rada rada mellow. kendati Tn banget. yg pasti cari background gambar yg cocok lagi neh … cari koleksi foto patung pak dirman yg lain .. ;p

      gue pulang dulu deh, bantuin david bgoprek web yah .. :p

    4. ada yg bis gue bantu?
      bikin banner/logo?
      kalo cuma adobe photoshop, corel, 3d lumayan bisa.. :d

    5. Fasilitas counternya udah ada belum yah? biar tahu berapa yang mampir

    6. Usia 15 biasa identik dengan usia remaja atau di ambang kedewasaan.

      Khusus untuk SMA TN, sesuai bait syair “Tunggulah kami dalam reuni di Kampus Tercinta ini 20 tahun lagi” berarti 5 tahun menuju kedewasaan.

      Seseorang umumnya dikatakan dewasa jika sudah mampu MANDIRI, baik dalam lingkup individu dan interaksi sosialnya. Tentunya analogi ini berlaku pula untuk organisasi.

      IKASTARA yang DEWASA adalah IKASTARA yang mampu mandiri, membina dan mengembangkan potensi internalnya, dan terlebih lagi BERKARYA bagi masyarakat, bangsa, negara, dan DUNIA.

      Momentum penting ini harus direspon secara tepat, agar IKASTARA tidak ditinggalkan oleh SEJARAH, tetapi IKASTARA harus menjadi BAGIAN dari SEJARAH itu.

      Saya yakin di AGUNG dan TEAM akan mampu memberikan yang terbaik untuk mewujudkan hal itu.

      Semoga Tuhan Memberkati Sumpah dan Janji KITA

    7. Mengapa AGW?

      Cukup satu alasan mengapa saya yakin AGW-lah figur yang paling TEPAT untuk IKASTARA saat ini.

      AGW adalah representasi dari BHINNEKA TUNGGAL IKA.

      Ya, mengapa BHINNEKA? Karena saya mengenalnya sebagai figur yang memiliki sejuta POTENSI, potensi untuk menyatukan KITA yang begitu HETEROGEN:
      – Lintas Angkatan
      – Lintas Profesi
      – Lintas Ideologi
      termasuk juga:
      – Lintas Ruang dan Waktu

      IKASTARA adalah wadah yang kaya dengan ke-BHINNEKA-an.

      Kita berbeda angkatan, berbeda profesi, berbeda keyakinan, berbeda dalam jarak dan usia, tetapi kita semua disatukan oleh CITA-CITA.

      Cita-cita untuk mengemban amanah mulia bagi masa depan bangsa dan negara.

      IKASTARA adalah BHINNEKA

      CITA-CITA kita adalah IKA

      Siapa yang mampu me-MANUNGGAL-kan?
      Siapa yang mampu menjadi JEMBATAN keduanya?

      Saya yakin AGW siap mengemban amanah besar ini.

      BHINNEKA TUNGGAL IKA
      IKASTARA bersama AGW menuju CITA-CITA

      Saya yakin… Saya siap…
      Kita yakin… Kita siap…

      Semoga Tuhan Memberkati Sumpah dan Janji KITA

    8. INKLUSIF — KONTRIBUTIF — PARTISIPATIF

      Superman Is Dead…

      Superteam Is Born…

      AGW is not superman, but AGW with US is superteam.

      Ya, AGW adalah figur yang terbuka, terbuka terhadap perubahan, pembaharuan, pencerahan, masukan. Saran dan kritik bukan sumber alergi, tetapi justru sumber inspirasi.

      Bersama AGW, saya, anda, kita semua bebas untuk berkontribusi. Kita semua bebas berpartisipasi.

      IKASTARA hanya akan sampai pada pelabuhan cita-cita dengan kontribusi dan partisipasi seluruh awak dan penumpangnya. Untuk itu IKASTARA membutuhkan NAKHODA yang mendengarkan, membuka kesempatan dan mampu meyakinkan.

      He must knows the way, shows the way and goes the way…

      AGW siap untuk menjalankan tugas mulia itu.

      Saya yakin… Saya siap…
      Kita yakin… Kita siap…

    9. mau nambah gambar pass-nya apa Vid? atau gue kirim ke elo?

    10. coba ya ini ditertibkan lalu lintas comment😀

    11. renungan hari ini …
      untuk hari nanti …

      Ajari Aku Memeluk Landak

      Yulia menunggu dengan antusias. Kaki kecilnya bolak-balik melangkah dari ruang tamu ke pintu depan. Diliriknya jalan raya depan rumah.

      Belum ada.

      Yulia masuk lagi. Keluar lagi. Belum ada. Masuk lagi. Keluar lagi.

      Begitu terus selama hampir satu jam. Suara si Mbok yang menyuruhnya

      berulang kali untuk makan duluan, tidak dia gubris.

      Pukul 18.30. Tinnn… Tiiiinnnnn.. .!! Yulia kecil melompat girang!

      Mama pulang! Papa pulang! Dilihatnya dua orang yang sangat dia cintai itu masuk ke rumah.

      Yang satu langsung menuju ke kamar mandi. Yang satu mengempaskan diri di sofa sambil mengurut-urut kepala. Wajah-wajah yang letih sehabis bekerja seharian, mencari nafkah bagi keluarga. Bagi si kecil Yulia juga, yang tentunya belum mengerti banyak. Di otaknya yang kecil,

      Yulia cuma tahu, ia kangen Mama dan Papa, dan ia girang Mama dan Papa pulang.

      “Mama, mama…. Mama, mama….” Yulia menggerak-gerakkan tangan.

      “Mama….” Mama diam saja. Dengan cemas Yulia bertanya, “Mama sakit ya?

      Mana yang sakit? Mam, mana yang sakit?”

      Mama tidak menjawab. Hanya mengernyitkan alis sambil memejamkan mata.

      Yulia makin gencar bertanya, “Mama, mama… mana yang sakit? Yulia ambilin obat ya? Ya? Ya?”

      Tiba-tiba… “Yulia!! Kepala mama lagi pusing! Kamu jangan berisik!”

      Mama membentak dengan suara tinggi.

      Kaget…!!

      Yulia mundur perlahan. Matanya menyipit. Kaki kecilnya gemetar. Bingung.

      Yulia salah apa? Yulia sayang Mama… Yulia salah apa? Takut-takut, Yulia menyingkir ke sudut ruangan. Mengamati Mama dari jauh, yang kembali mengurut-ngurut kepalanya. Otak kecil Yulia terus bertanya-tanya: Mama, Yulia salah apa? Mama tidak suka dekat-dekat Yulia? Yulia

      mengganggu Mama?Yulia tidak boleh sayang Mama, ya? Berbagai peristiwa sejenis terjadi.

      Dan otak kecil Yulia merekam semuanya. Maka tahun-tahun berlalu. Yulia tidak lagi kecil. Yulia bertambah tinggi. Yulia remaja. Yulia mulai beranjak menuju dewasa.

      Tin.. Tiiinnn… ! Mama pulang. Papa pulang. Yulia menurunkan kaki dari meja. Mematikan TV. Buru-buru naik ke atas, ke kamarnya, dan mengunci pintu. Menghilang dari pandangan.

      “Yulia mana?”

      “Sudah makan duluan, Tuan, Nyonya.”

      Malam itu mereka kembali hanya makan berdua. Dalam kesunyian berpikir dengan hati terluka: Mengapa anakku sendiri, yang kubesarkan dengan susah payah, dengan kerja keras, nampaknya tidak suka menghabiskan waktu bersama-sama denganku? Apa salahku? Apa dosaku?

      Ah, anak jaman sekarang memang tidak tahu hormat sama orangtua!

      Tidak seperti jaman dulu.

      Di atas, Yulia mengamati dua orang yang paling dicintainya dalam diam. Dari jauh. Dari tempat di mana ia tidak akan terluka. “Mama, Papa, katakan padaku, bagaimana caranya memeluk seekor landak?”

      Kata Bijak Hari Ini: Satu cara terpenting dalam membantu anak-anak tumbuh dewasa adalah: Kita harus tumbuh dewasa terlebih dahulu.

    12. Halow semua…
      Aku Dukung AGW deh
      ….
      Seandainya Aku bukan TN3
      Dan Tidak memilih Agung..
      Pasti menyesal seumur hidup hehe
      Asli lho!!!
      Daniel, btw di header photonya kok ada Aku yah
      Yang paling kanan kayaknya..
      Maju Terus GUNG..!!!

    13. Hallo Kwn..kwn…
      KAngen banget gw..
      Walaupun katanya TNI hrs netral alias ngak boleh nyoblos…Tp kalo hal yg ini gw pasti bela in TN3 yg naik.
      Maju terus Gung gw Perwakilan dr Indonesia yg paling barat alias Aceh …Dukung elo Gung…!!!

    14. ‘Men’ gw pasti dukung lu buat mimpin Ikastara!!!
      Bukan karena lu TN3, bukan karena lu temen sekelas gw dulu, tp karena emang lu pantas buat mimpin Ikastara.

    15. semoga sukes Bang!


    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    %d bloggers like this: